Home » , , » Mengenal Alat Liturgi Bag. II

Mengenal Alat Liturgi Bag. II

Written By Santa Maria Kartasura on Sunday, January 15, 2017 | 8:21 PM

Tempat bersemayamnya Sakramen Mahakudus

a. Patena

patena

berasal dari bahasa Latin yang artinya “piring”. Patena, yang sekarang berbentuk bundar,datar, dan dirancang untuk roti pemimpin Perayaan Ekaristi, aslinya sungguh sebuah piring. Dengan munculnya roti-roti kecil yang dibuat khusus untuk umat yang biasanya disimpan dalam sibori, fungsi dari patena sebagai piring menghilang. Maka bentuknya menjadi lebih kecil (Sejak abad 11). Menurut PUMR 2000, "untuk konsekrasi hosti, sebaiknya digunakan patena yang besar, di mana ditampung hosti, baik untuk imamdan diakon, maupun untuk para pelayan dan umat

Patena, hendaknya dibuat serasi dengan pialanya, dari bahan yang sama dengan piala, yaitu dari emas atau setidak-tidaknya disepuh emas. Patena diletakkan di atas purifikatorium

b. Piksis

piksis
berasal dari bahasa Latin “pyx” yang berarti “kotak”, adalah sebuah wadah kecil berbentuk bundar dengan engsel penutup, serupa wadah jam kuno. Piksis biasanya dibuat dari emas. Piksis dipergunakan untuk menyimpan hosti yang sudah dikonsekrasi, yang akan dihantarkan kepada mereka yang sakit, atau yang akan ditahtakan dalam kebaktian kepada Sakramen Mahakudus. 

Berbentuk seperti kaleng kecil yang isinya lebih sedikit dibandingkan sibori dan biasanya digunakan untuk mengirim komuni orang sakit dan menyimpan hosti besar.

c. Sibori

sibori
berbentuk seperti piala, namun lebih besar dan ada tutupnya. Berfungsi untuk menyimpan Sakramen Mahakudus dalam tabernakel. Berasal dari bahasa Latin “cyborium” yang berarti “piala dari logam”,adalah bejana serupa piala, tetapi dengan tutup di atasnya. Siboriadalah wadah untuk roti-roti kecil yang akan dibagikan dalam Komunikepada umat beriman. Sibori dibuat dari logam mulia, bagian dalamnyabiasa dibuat dari emas atau disepuh emas.

Secara liturgial dalam peringatan Hari Raya Kamis Putih, pada waktu perarakan Sakramen Mahakudus digunakan sibori dalam perarakannya.

d. Monstran

monstran
Dalam tradisi Katolik, pada saat konsekrasi unsur-unsur (disebut "persembahan" untuk tujuan liturgi) ditransformasi (secara harafiah ditransubstansi) menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Menurut doktrin Gereja Katolik, unsur-unsur tersebut tidak hanya ditransformasi secara rohani, melainkan juga (secara substansi) ditransformasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Unsur-unsur tersebut mempertahankan tampilannya atau "aksiden" dari roti dan anggur, namun adalah Tubuh dan Darah Kristus. Inilah yang dimaksud dengan Kehadiran Sejati; kehadiran Yesus dalam Ekaristi. Karena adanya keyakinan ini, unsur-unsur yang telah dikonsekrasi diberi puja-bakti yang ditujukan umat Kristiani kepada Kristus.

Karena umat Katolik percaya bahwa Kristus hadir secara substantif dalam Ekaristi, sakramen Ekaristi yang tersimpan menjadi titik pusat devosi religius. Dalam Adorasi Ekaristi, selebran memajang sakramen di dalam monstrans, lazimnya di letakkan di atas altar. Jika tidak dipajang, sakramen tersebut dikunci dalam tabernakel.
SHARE

About Santa Maria Kartasura

0 komentar :

Post a Comment